Anak Amakele Seram Alifuru Nusa Ina

Selamat Datang di Blog, anak Amakele Seram Alifuru.
Life is a "choice", immediately determine the "choice" ..
or "choice" will determine your life.

Somba UPU LANITE. Tabae UPU INA AMA

Selasa, 08 Maret 2011

Bedah Buku. Prof. Dr. W. A. Roeroe. Peranan Tua Tua Dalam Naskah Perjanjian Lama. Bab III


PERAN PARA TUA-TUA
MENURUT NASKAH-NASKAH DALAM ZAMAN PEMBUANGAN
DAN SESUDAHNYA

By
G. Akerina

Pendahuluan:
             Permulaan zaman pembuangan kita ambil tahun 589 Seb. KR. Waktu raja Nebukanezar II dari Babilonia pertama kali menyerang Yehuda-Yerusalem dan menawan raja Yoyakim yang baru 3 bulan manggantikan raja Yehuda-Yerusalem Yosia yang terkenal itu. Barsama Yoyakim ditawan juga sebahagian pimpinan Umat Yuda-Yersalem lalu dibung ke Babel. Berikut penyerangan kedua kali, 10 tahun kemudian (587 seb. KR.) dengan ditawannya raja Zedekia dan pemimpin-pemimpin serta sebagian umat lagi ke Babel, maka tamatlah sejarah kerejaan Yuda itu dengan raja-rajanya; Raja yang sangat termasyur Kerajaan kesatuan Israel Raya itu kira-kira pada tahun-tahun 1000-965 seb. Kr.
            Dalam sejarah ini akan memberitakan tentang pemimpin umat Yuda-Yerusalem (Israel) dalam bentuk ungkapan “Zeqenim” (para Tua-tua). Di sini  kita kan menemukan dalam tulisan-tulisan dan ungkapan yang dilihat sebagai “Zeqenim”. Alasan lain juga karena ungkapan dalam DtrG, P dan sebagian ChrG dan bahan-bahan dari karya Y dan E. dalam tulisan ini akan diurut dalam dua kitab yaitu: Kitab Yeremia dan kitab Yehezkel. Dalam Karya Sastra Sejarah dan Teologis oleh Deuteronomist (DtrG-Deuteronomistisches Geschichswerk), dalam naskah P, yaitu tulisan (kaum) Iman atau dikenal juga sebagai Priseter Codex, dalam karya sastra sejarah dan Teologis oleh Chronist (ChrG-Chronistisches Geshichtswerk) dan dalam tambahan pada kitab Yesaya 24,21-23 (dalam kesatuan Yes 24-27).



I.                   PERANAN PARA TUA-TUA DALAM KITAB YEREMIA

Kitab Yeremia dilihat bardasarkan kenyataan bahwa nabi Yeremia hidup sejak 650-sesudah 587 seb. KR. Dipermulaan pembuangan ketika Ia diseret ke Mesir. Menurut Yer 1,2 Ia dipanggil sebagai nabi dalam tahun ke-13 pemerintahan raja Yosia di Yehuda sekitar tahun 626 hingga penyeretan-nya. Menurut fasal-fasal 36, 45, 32 dan 43,3. Dalam tulisan-ulisan tersebut pata Tua-tua (Zeqenim) juga sebagai bandingan dapat juga dilihat dalam fasal 19, 26 dan 29, 23,1-8 yang juga menyebut tentang pimpinan umat sebagai bandingan.
I.1.  Yeremia 19
Yeremia 19,3-9 merupakan suatu sisipan ke-antara 19,1-2a dan 19,10-13, alasannya ialah: yang disapa dalam 19,3-9 adalah raja-raja Yuda dan penduduk Yerusalem (ayat 3a) sedangkan yang mendengarkan Yeremia dan mengikutinya menurut 19,1-2a,10-13 ialah para Tua-tua itu. Ayat 10 para tua-tua dipanggil Yeremia untuk menyaksikan berita kiasannya, sedangkan (2b).3-9 merupakan pidato tersendiri. 19,14-20,6 merupakan kesatun tersendri, akan tetapi kelihatan merupakan lanjutan dari 19,1-2a.10-13 kalau diperhtikan manurut naskah Septuginta, Syriac dan Targum yang mengatakan sesudah kata YhWh-TUHAN dalam ayat 1 ditambahkan lagi kata “kepadaku”, kepada Yeremia. Palaku utama manurut ayat 19,1-2a.10-13.14-20,6, yakni Yeremia (perhatikan ayat-ayat 1.10.14)  yang menghubungkan keseluruhan 19,1-20,6, bahwa 19,1-2a.10-13.14-20,6 atau sisipan 19,3-9 yang menyinggung tentang lembah Ben-Hinom dan Tofet dalam ayat 2a.611-13.14. yang menghubungkan semua bagian itu dan sisipanya ialah Barkh sekertaris Yeremia tetapi untuk 19,1-2a. 10-13.14-20,6 berasal dari Barukh yang mengisahkan perbuatan Yeremia sekitar permulaan masa pemerintahan raja Yoyakim (kira-kira 608-598 seb.KR.).

Kajian 19,1-2a.10-13
            Menurut cerita Barukh:
Yeremia disuruh TUHAN mambawa beberapa orang dari Tua-tua umat dan Tua-tua Imam dari kota Yerusalem, supaya mereka pegi ke lembah Ben-Hinom (pada pintu gerbang Beling),  supaya mereka menyaksikan suatu berita yang akan dikisahkan Yeremia dengan peremukan menjadi beling-beling suatu buli-buli (gendi) di tempat itu.  Makna berita kiasan peremukan buli-buli itu ialah: “Umat dan kota Yerusalem akan kelak dihancurkan seperti buli-buli itu sehingga tidak terperbaiki lagi. Maka (penduduknya) akan dikuburkan juga di Tofet” dan “lembah Ben-Hinom” itu (ayt 11-13). Alasannya ialah pengabdian umat (penduduk) itu yang megabdi kepada “tenara langit dan allah-allah asing”.
            Babarapa hal lagi yang dicatat berhubungan dengan Tua-tua ialah: fakta bahwa yang dipanggil Yeremia untuk menyaksikan pemberitaan kiasannya bukan sembarangan orang, melainkan para Tua-tua Umat dan Tua-tua Imam. Tidak dapat disangkal bahwa sampai di zaman raja Yoyakim kelembagaan Tua-tua ini berfungsi dan sangat penting.

I.2. Yeremia 26: Ancaman bagi Yeremia karena nubuatannya tentang Bait Suci.
            Fasal ini berbicara tentang pengadilan Yeremia akibat ia berkhotbah di depan Bait Allah di Yerusalem pada awal pemerintahan raja Yoyakim di Yuda (608-598 sb. KR.). Pebagian fasal ini sebagai berikut:
-          26, 1 : redaksi tentang penanggalan peristiwa Yeremia disuruh memberitakan penghukuman Yerusalam, yakni pada awal pemerinahan Yoyakim.
-          26, 2-3: suruhan Tuhan kepada Yeremia memberitahukan kepada rakyat di depan Bait Allah supaya mereka berbalik dari perbuatan jahatnya.
-          26, 4-6 : Isi pemberitaannya: jika rakyat tidak mengikuti ketatapan-ketetapan TUHAN yang dismpaikan lewat nabi-nabi, maka Bait Allah akan musnah seperti Silo, dan nama Yerusalem manjadi ucapan makian bangsa-bangsa di dunia.
-          26,  7-9: para Imam , Nabi-nabi dan rakyat yang mendengarkan ucapan Yeremia ini bangkit marah dari dalam Bait Allah dan terjadilah kericuhan.
-          26, 10: para “sare (=Pemuka) Yehudah” dalam istana raja lalu turun dari situ menemui rakyat dan mangambil tempat di pintu masuk baru kedalam Bait Allah.
-          26, 11 : para Imam dan nabi tadi berbicara kepada “pemuka Yuda” ini serta kepada segenap rakyat sambil mengatakan bahwa “orang ini (Yeremia) patut mendapat hukuman mati”.
-          26, 12-15 : Yeremia menjelaskan bahwa semua tindakan dan ucapannya adalah karena suruhan TUHAN; rakyat pun diundang untuk bertobat supaya mereka sendirilah yang memutuskan bagaimana keadaannya.
-          26,16 : Para “Pemuka  Yehuda” dan rakyat mebenarkan Yeremia dan menegaskan bahwa ia tidak bersalah, dan hanya berbicara atas nama TUHAN
-          26, 17-19 : Beberapa orang dari “Tua-tua negeri” itu menyaksikan dalam pertemuan tersebut tentang Nabi Mikha dari Moseret yang mengucapkan juga penghakiman atas Yeruslem, akan tetapi karena raja Hizkia (725-696 seb. KR.) waktu itu sudah mendengarnya bertobat, maka TUHAN melewatkan bencana itu. Maka Tua-tua itu mungkin membela Yeremia dan mengundang orang bertobat sesuai dengan berita dan himbauan Nabi.
-          26, 20-23 : Pencerita (Barukh) mengemukakan lagi peristiwa yang menimpa Uria, yang hampir senasib dengan Yeremia, tetapi malah dihukum mati.
-          20, 24 : Diceritakan bahwa Ahikam menyelamatkan Yeremia

Pembahasan:
Tentang Tua-tua dan peranannya dalam bagian ini hanya muncul dalam bagian 26, 17-19. Yang dikatakan tentang mereka di sini ialah:
-          Mareka adalah Tua-tua negeri (Haaretsy), yang dimaksud ialah mereka marupakan Tua-tua bagai masyarakat di luar kota Yerusalem. Sedangkan Tua-tua yang disebut dalam 19, 1 tadi rupanya merupakan Tua-tua kota tersebut, mengingat bahwa mereka itu segera dipanggila Yeremia.  Sedangkan dalam 26, 17 ini dikatakan bahwa mereka adalah Tua-tua negeri “Haaretsy”
-          Tuduhan terhadap Yeremia, mereka pun memajukan contoh yang sama tentang Nabi Mikha dari Masoret terhadap raja Yuda Hizkia kia-kira 10 tahun lebih dulu. Di sini kita melihat para Tua-tua sudah berperan sebagai “pemelihara-penyampai lanjut” dari Firman Tuhan melalui nabi Mikha yang sudah pernah menyelamatan Umat, kota dan Bait Allah di zaman raja Hizkia itu. Firman TUHAN yang demikian pulalah melalu nabi Yeremia dengan sokongan para Tua-tua menggugah generasi Umat zaman Yoyakin ini. Mamang yang menjadi saksi ucapan Mikha dan Moreset waktu itu dikatakan “para Kepala Keturunan Yakup dan para Pangeran Bani Israel” (“rosyime zeqenim”). Ini juga merupakan ungkapan lain bagi “Zeqenim”.
-          Hubungan antara para “Ziqne haeretsy (Tua-tua Negeri) ini dengan Para “sare Yehuda” , atau anatara “Zeqenim” dan “sarim” di sini. “Zekenim sering berfungsi sebagai Hakim-makim, juga da “sarim “ yang berbuat demikian, oleh sebab itu mereka diidentifkasan dengan “Zeqenim” 

Dalam perikop ini ada beberapa hal yang dicatat berhubungan dengan itu:
-          Pertemuan rakyat (qahal haam) dalam ayat 17 itu juga berkesempatan menjadi pengadilan bagi Yeremia.
-          Yang bertindak sebagai hakim ialah “seree Yehuda”. Sebab kepada mereka para penuduh, yakni para imam dan nabi-nabi menegemukakan persoalan Yeremia. Para “sarim” ini mula-mula berada di stana raja (ayat 10) hal ini menandaskan mereka adalah petugas-petugas raja, yang berada di sekitar raja yang berwibawa memutuskan apakah seseorang dihukum mati atau tidak. Para “Ziqne haaretsy” mereka lebih merupakan para Tua-tua, petugas-petugas dari luar kota Yerusalem yang di dalam pengadilan Yeremia muncul sebagai saksi-saksi. Kalau para “sarim” berperan sebagai hakim-haim dan umumnya kita sudah dapati bahwa para Tua-tua juga sala satu peranannya ialah sebagai hakim-hakim, maka mungkin dapat ditaraik kesimpulan bahwa (beberapa) dari Tua-tua Kta itu yang sudah menjadi semacam pegawai-pegawai keajaan. Dengan demikian jelaslah hbungan antara “sarim” dan “zeqenim” dalam perikop ini.

I.3 Yeremia 29
Suat kiriman kepada orang-orang buangan di Babilonia.

            Dalam surat Yeremia kepada mereka yang dibang di Babel (Yer 20,1-23), maka dalam ayat 1b disebutkan juga para Tua-tua Umat yang berada di pembuangan, di samping para imam dan nabi serta Umat keseluruhan di sana, sebagai alamat penerima suratnya. Kenyataan pembuangan merupakan kenyataan apa yang diucapkan (dinubuatkan) Yeremia seperti dalam Yer 19. Isi surat itu berlaku bagi semua mereka di pembuangan (bnd ayat 1b da ayat 3) dan intinya ialah (ayat-ayat 4-7 dan 8-9 serta 10-14) sebagai berikut:


29:4 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel:
29:5 Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya;
29:6 ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang!
29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
29:8 Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan!
29:9 Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN.
29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
29:12 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;
29:13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,
29:14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu. –

            Tetapi penyebutan para Tua-tua, Imam-imam dan Nabi-nabi hendak memberi tekanan juga pada “keistimewaan” mereka dalam keseluruhan Umat (rakyat) di Pembuangan. Dengan demikian ditarik kesimpulan bahwa sampai di zaman raja Zedekia (597-586 seb. KR.), dan sesudanya juga di zaman pembuangan, para Tua-tua Umat, yakni sebagai Pemimpin-pemimpin dan Perwakilan-perwkilan Umat seperti kita sudah singgung dan lihat dalam Yeremia 19 di zaman raja Yoyakim



Isi Pesan Surat Yeremia kepada Para Tua-tua
di pembuangan Babilonia menjadi jelas juga apakah Peran mereka bagi Umat di sana menurut Nabi Yeremia.

I.4. Vokabel lain yang mengungkapkan Peranan Para Tua-tua dalam kitab Yeremia.
            Ungkapan (Vokabel) “zeqenim” dalam kitab yeremia muncul dalam bagian yang disebut sebagai tulisan Barukh sekertris Yeremia, namun ada ungkapan lain yang muncul dalam bagian-bagian lain dalam kitab Yeremia yang menunjuk pada Pemimpin-pemimpin umat (rakyat). Ungkapan-ungkapan yang dimaksud ialah : “ruah”-“rohim”-Gembala-gembala.
            Karena peranan para Tua-tua juga dalam hal memimpin umat, lalu mengingat lagi bahwa “rohim” ini sering muncul dalam keluhan dan tangisan serta tuduhan Yeremia tentang Pimpinan Umat, maka sepintas kita perlu memberikan penelitian untuk mengetahui siapa mereka, penting karena ungkapan ini muncul juga dalam literatur lain pada masa pembuangan dan sesudahnya ini yang akan dilihat.
            Dari sekian kali penggunaannya maka muncul dalam Yer 23, 1-4 (-8) merupakan exemplaris bagi penelitian penggunaan ungkapan itu.

Yeremia 23,1-4(-8: janji tentang tunas Daud yang adil).
Perikop ini temasuk pada yang diduga berasal dari ucapan asi Yeremia di zaman raja Zedekia. Di merupakan suatu ucapan kecaman terhadap “rohim”dan isinya dapat dibagi-bagi sbb:
-          23,1                : Ucapan dan kecman dengan alasan-alasannya
-          23,2-4              : Pelaksanaan kecaman itu dengan alasannya lagi

Terjemahan ayat-ayat itu adalah sbb:

23:1 "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" -- demikianlah firman TUHAN.
23:2 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.
23:3 Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak.
23:4 Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman TUHAN.

Analisa.
            Yang diancam atau dituduh dari ucapan kecaman Nabi itu ialah para “rohim” (ayat-ayat 1a,2a).dan dari ayat 2a menjadi jelas baha “rohim”  yang dimaksud bukanah gembala ternak, melainkan “Pemimpin-pemimpin, yang dikisahka sebagai gembala Umat. Yermia yang pertama kali menggunakan kiasan ini. Pertama kali ia muncul dalam 2, 8. Disebutkan para imam yang seharusnya memelihara “petunjuk-petunjuk TUHAN”, para nabi yang mengikuti baal dan para gembala yang tidak setia lagi. Peran, tanggungjawab dan fungsi para pemimpin ini dapat dipahami dari alasan-alasan ucapan kecaman tadi itu di dalam 1b dan 2b. yang disebut-sebut disini ialah segi negatif atau pelaksanaan tugas yang luncas meleset daripada tugas dan tangungjawabnya.
            Segi positifnya, yakni para gebala, para pemimpin ini seharusnya mengumpulkan dan menjaga umat TUHAN (1b) serta mencarinya (2b). lebih jelas dalam ayt 4 dalam penyebutan tindakan penggantian “rohim” yang baru oleh TUHAN sendiri. Tanggung jawab mereka yang baru itu dikatakan: menggembalakan, membimbing umat agar mereka tidak takut, tidak terkejut dan tidak hilang. Lagi dalam ayat 3 disingung bahwa maksud TUHAN dengan pekerjaan para Gembala ini ialah supaya kuat tdak tertawan dan tidak dibuang ke negeri orang dan supaya mereka boleh hidup dan menjadi banyak.
            Disimpukan, bahwa tanggung jawab utama para gembala ini ialah memelihara, mengamankan dan menghidupkan umat TUHAN itu.
            Persoalan adalah siapa yang tepat disebut sebaai “rohim”? ada yang mengatakan mereka adalah raja-raja Yuda. Alasannya bahwa prikop ini di tempatkan dalam rentan pembicaraan raja-raja Yuda sejak Yer 21, 11 dan pengharapan tentang seorang raja yang baru dari keurunan Daud dalam 23,5-8.
            Ada yang berpendapat bahwa mereka itu ialah pegawai-pegawa (petugas-petgas) kerajaan yang ditetapkan raja atau petugas-petugas sekitar raja dan oleh sebab itu disebut sebagai pemuka-pemuka
            Bahwa raja mempunyai peran dan tanggungjawab seperti yang kita lihat tadi tidak dapat disangkal, akan tetapi 21,11-22,28 kemudian 23,5-8 berbicara tentang raja-raja tertentu dan disapa secara perseorangan (secra tuggal-singularis). Sedangkan para “Rohim” yang dimaksud dalam 23,1-4 dan dalam perikop-perkop ain dalam kitab Yeremia tadi, selalu disebut-sebut secara kolektif dan oleh sebab itu dalam bentuk jamak (plural) sapaan kepada mereka.
            Berikut nada ucapan-ucapan tuduhan itu mereka lihat sebagai orang-orang yang (mestinya) dekat sekali kepada orang banyak dari umat TUHAN. “rohim” itu ialah para Tua-tua Umat TUHAN ini, yang dimaksudkannya. Karena mereka tidak setia dan melalaikan serta mengabaikan tugas peranannya, maka merekalah yang diancam, dituduh ataupun ditangisi Yeremia, baik zaman aja Yosia sebelum reformasi tahun 621 itu (Yer 2,8) maupun sesudah Yosia, khususnya lagi di zaman Zedekia pada waktu mana kedengaran ucapan-ucapan kecaman Yer 23, 1-4 ini disuarakan.
            Antara lain karena ketidak-setiaan dan kelalaian serta pengabaian tugasnya oleh para Tua-tua inilah, maka Umat mengalami bencana pembuangan itu.

KESIMPULAN : PERAN TUA-TUA DALAM KITAB YEREMIA

            Dalam ucapan-ucpan dan tulisan-tulisannya, kita dapati bahwa Yeremia prihatin sekali terhadap para pemimpin Umat yang disebut “Zeqenim” atau juga “rohim”, para Tua-tua atau para Gembala. Ia menandakan bawa di zamannya, maka mereka tetap ada dan berperan sebagai Pengantar-pengantar Umat, malahan sampai di pembuangan seklipun. Yang menonjol dari mereka dalam pemberitaan Nabi ialah: di sau pihak mereka dituduh sebagai Gembala-gembala yang tida setia dan lalai serta mandatangkan bencana bagi umat, namun di pihak lain mereka jugalah yang dipanggil Nabi menyaksikan Firman TUHAN. Memang berita Firman itu merupakan penghakima bagi a.l. mereka sediri, akan tetapi fakta juga menyatakan bahwa masih mereka yang dipanggil menjadi saksi.  Hal ini menunjukan kemurahan di balik murka TUHAN.
            Di dalam pemberitaan nabi Yeremia kita juga mendengar  tentang peran Tua-tua Umat (kususnya Tua-tua pedesaan = ziqne haaretsy) yag menjadi pemelihara (Tradenten, bahasa jerman) Firman Allah dari generasi ke generasi. Firman yang sudah menghidukan dan menyelamatkan Umat. Peran mereka memelihardan di dalam waktu terentu dalam perjalanan sejarah “menghidupkan” kembali Umat dengan Firman itu berupa “petunjuk-petunjuk” dari TUHAN. Apakah Umat, termasuk para pemimpinnya, mendengarkan atau tidak itu lain soalnya. Memang dalam pemberitaan Nabi bahwa para “Zeqenim” aau “rohim” ini tidak setia, lalai, tidak membimbing dan tidak memelihara serta tidak menghidupkan Umat. Tetapi disinilah kita melihat salah satu aspek daripada Peranan para tua-tua sebagai penerima. Pemelihara dan pelajut serta penyampai kehendak dan Firman TUHAN yang menghidupkan itu dalam perjalanan sejarah.
            Tentang peranan mereka selama di pembuangan menrut nabi Yeremia ini tidak lain daripada supaya menghidupkan terus Umat dan supaya teguh, tabah dan tekun menembusi tantangan yang beberapa lama sekalipun, biarpun tantangan dan permasalahan itu adalah akibat ketidak-setiaan mereka pula kepada TUHAN di waktu lampau.

II.                PERAN PARA TUA-TUA DALAM KITAB YEHEZKIEL

Pendahuluan.
            Yehezkiel  1, 1-3 (dan 3-5) memberikan penanggalan dan tempat pemanggilan Imam Yehezkiel bin Busi sebagai Nabi: yakni pada tahun ke-5 sesudah penawanan Yoyakim, jadi sekitar tahun 593/592 seb. KR., di dekat sungai Kebar di tepi sungi Kebar di Tel-Abib (dekat Ephrat). Dengan demikian ia termasuk kepada mereka yang ke pembuangan gelombang pertama dari Yuda-Yerusalem pada tahun 597. Dengan begitu kita dapati pahami penulisan dan ucapan-ucapannya itu terjadi di masa atau sesudah pembuangan. Karena jelas Yehezkiel menyusul Yeremia, maka pembicaraan tulisan-tulisannya itu kita dapatkan di sini.
            Menurut fasal 27-29 (bnd 28, 1), maka pada permulaan tahun timbullah suatu gerakan anti kependudukan dan Babilonia di bawah Nebukadnezar II di wilayah Palestina – Funisia yang rupanya memberikan pengharapan bagi mereka yang tertawan untuk mendapat kemungkinan kembali pulang. Baik Yeremia yang mengirim surat kepada para tawaan (buangan) maupun Yehezkel sandiri mambantah harapan-harapan sedemikian. Para Tua-tua Israel di pembuangan sering bertanya Yehezkel tentang hal ini juga.
            Muncul penggunaan ungkapan “para Tua-tua” (zeqenim) sebagai “pejabat-pejabat” dalam kitab Yehekil kelihatan dalam :7,26 ; 8, 1. 11. 12 ; 14, 1 dan 20, 1. 3. Kesitlah kita terutam mengrahkan peninjauan kita ini, dan ke beberapa perikop lain sebagai bandingan.

II.1. Yehezkiel 7 : Tibanya Kesudahan Yerusalem.
            Fasal 7 berbicara tentang “aman akhir yang sudah dekat” (bnd 7, 6. 7. 24b ff) dan dengan itu menyinggung pada akan tamatnya kerajaan Yuda pada tahun 587. Maka penulis ayat 7,26b, entah ia masih termasuk pada ucapan asli Yehezkiel atau merupakan tambahan kemudian, hendak melukuskan bahwa pada masa itu tidak akan ada pertolongan keselamatan lagi  karena bencana akan tiba. Orang tidak akan mendapat “pandangan (hazon)” lagi dari para nabi, maupun “bimbingan (thora)” dari para imam, maupun “petunjuk (echa)”  dari para  Tua-tua. Situasi yang sama yang dilukiskan oleh Yeremia dalam Yer 18, 18 hany di situ dignakan “dhabar” untuk “pandangan (hazon)” dan untuk “zeqenim” dikatakannya “hekhakamim”. Bagi keduannya ada kesamaan dan pengelompokan 3 jenis kepemimpinan umat. Dalam Yeremia kita sudah melihat teguranyan sering muncul bersama para imam, nabi-nabi dan gembala-gembala (Tua-tua) seperti jugadalam Yehezkiel 7, 26b ini. Zaman dan situasi yang dihadapi sama pula, yaitu saat-saat sebelum bencana 587.
            Tentang para Tua-tua dalam 7,26b ini yang akan dicatat: Bahwa mereka berperan sebagai pemberi-pemberi petunjuk berupa hikmat kebijaksanaan hidup bagi angota-anggota umat (bnd Yer 18, 18 itu). Namun dalam menghadapi masa akhir Yuda mereka tidak mendapt petunjuk lagi. Ditangisilah oleh peratap-peratap bahwa pun sesudah bencana 87 itu keadaan bagi para Tua-tua masih terus demikian.

II.2. Yehezkiel 8, 14 dan 20 : Hukum terhadap pemujaan berhala; Kasih dan hukum TUHAN dalam sejarah.
            Ketiga perikop 8, 14 dan 20 ini menuru ayat-ayat 8, 1, 14,1 dan 20, 1 termasuk dalam rentetan ucapan-ucapan nabi Yehezkiel sendiri dalam jangka waktu 592-591 seb.KR dan termasuk dalam konteks yang berikut:

-          8,1-11,25         : pertunjukan besar tentang dosa dalam ibadah di Yerusalem
-          14,1-11            : Tentang nabi dan pemuja-pemuja allah-allah
-          20,1-44            : Sejarah dosa dari rakyat Israel yang dibebaskan dari Mesir. Penghkiman dan keselamatan : pembebasan kedua. Masing-masing perikop ini masih dapat diperinci lagi sbb:


-          18, 1-11, 25 :
ü  8, 1-18 : Berhala kekejian yang ada di Bait Allah, dengan pembagian sebgai berikut:
Ø  8,1 : Penangalan daripada penglihatan nabi: tahun ke-6 dalam pembuangn dhitung dari 597 (deportasi Yoyakim, jadi tahun 592. Pada waktu itu ada Tua-tua Yuda (dalam pembuangan) sedang mengunjungi nabi di rumahnya di sana.
Ø  8,2-3a : Dalam penglihatan nabi ke Yerusalem di sekitar kabah.
Ø  8,3b-6 : Tahap pertama penglihatan : mezbah barhala cemburuan (yang rupanya dipuja umat).
Ø  8, 7-13 : Pemujaan 70 orang dari Tua-tua (rumah Israel) akan segala gambar-gambar binatang melata dan binatang-binatang lain yang menjijikan dan segala berhala-berhala kaum Israel
Ø  8, 14-15 : Perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tarmus.
Ø  8, 16-18 : Ada kira-kira dua puluh lima laki-laki, yng membelakangi Bait TUHAN dan menghadap kesebelah Timur sambil sujud pada Matahari.
ü  9, 1-11,23 : Penglihatan tentang penghakiman kota Yerusalem karena pemujaan mereka ini.
Ø  11, 24-25 : Nabi dalam penglihatan kembali dari Yerusalem ke pembuangan lai dan menceritakan ini kepada semua yang dibuang.
ü  14, 1-11 : Nabi dikunjungi Para Tua-tua sebagai pemuja berhala
Ø  14, 1-3 : Beberapa orang Tua-tua israel di pembuanagan berkunjung kepada Nabi
Ø  14, 4-11 : Ucapan ancaman dan panggilan balik dari pemujaan berhla oleh TUHAN melalui nabi kepada para Tua-tua Israel
ü  20, 1-44:
Ø  20, 1-2 : Pada tahun ke 7 (bnd 8,1), jadi tahun 590, berkunjung lagi Tua-tua israel kepada nabi Yehezkiel untuk bertanyakan maksud TUHAN
Ø  20, 4-31a : Sebagai gantinya disampaikan suatu uraian tuduhan dari TUHAN melalui nabi tentang segala perbuatan Israel sejak nenek moyangnya di Mesir hingga sekarang, yang merupakan sejarah penolakan mereka akan TUHAN serta pemujaan mereka kepada bukan TUHAN ; tidak mengikuti ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan-Nya yang sebenarnya akan menghidupkan mereka.
Ø  20, 31b-44 : Penghakiman umat di pembuangan oleh TUHAN dan nanti dari situ akan ada lagi penyelamatan ke dua.

Pengamatan-pengamatan:
            Ada beberapa hal yang dicatat dari pemberitaan tiga perikop ini:

1.      Dalam waktu 11 bulan di tahun 591-590 maka nabi Yehezkiel menghadapi dua golongan Tua-tua Yuda-Israel : yaitu di pembuangan dan yang lain ialah ke-70 orang dari Tua-tua Israel yang memuja berhala dlam bait Allah di Yerusalem menurut penglihatan itu.
2.      Tiga kali disebut, dalam jangka waktu itu (8,1;14,1 dan 20,1 bahwa Tua-tua Israel (8,1 menyebut Tua-tua Yuda dan ini identik) dalam pembuangan berkunjung kepada nabi di rumahnya.
Dicatat sambil lalu di sini bahwa sejak disinilah nabi Yehezkiel yang mengidentikkan ungkapan “Yuda-Israel” itu. Kita tau bahwa Israel (Utara) sudah musnah lebih dahulu di tahun 722-721 seb. KR., waktu diserbu oleh Asyur dan juga mencerai beraikan atau juga “membuang” sebagian mereka. Padahal Yuda memasuki pembuangan oleh Babel di tahun-tahun 597-586 seb.KR. di zamannya nabi Yehezkiel.
            Meneliti tiga pembicaraan tentang perkunjunagan para Tua-tua itu kepada nabi, maka nampaknya sebagai berikut:
a.       Dalam 8,1-11,25 tidak ada penjelasan apapun dari sejarah jalannya cerita tentang meksud perkunjungannya itu. Dilain pihak kita dapat katakan bahwa merekalah barang kali yang pertama-tama mendengar dari nabi sendiri (lih ayat 11,24.25) mengenai penglihatan tentang perbuatan “para 70 orang Tua-tua israel” di Yerusalem itu (lihat ayat-ayat 8,7-13). Perbuatan ini memuncak pada ucapannya : “TUHAN tidak melihat kami, TUHAN telah meninggalkan tanah itu” (ayat 8,12) dalam hal mereka memuja berhala dalam Bait itu. Bahasa yang dipergunakan dalam perikop ini ialah “bahasa penglihatan”. Pada hakekatnya itupun merupakan bahasa khotbah, renungan khitmat seperti dalam kitab bilangan 11, dan demikian juga halnya dengan keluaran 24, dalam mana dibicarakan tentang 70 orang Tua-tua Israel itu. Dan seperti dalam bilangan 11 tersebut hendak menunjukan “banyaknya” dan “keseluruhan” dari pada Tua-tua Israe yang masih ada di Yerusalem.Yehezkiel maklum rupanya tentang penggunaan ungkapan ke-70 orang Tua-tua Israel itu. Sejalan dengan yang terdapat dalam Yeremia 19 dan 26 tadi, maka rupanya penyembahan berhala di kalangan umat di Yuda-Yerusalem sesudah Yosia menjadi lumrah lagi di kalangan umat dan menurut 8,12 ini para Tua-tua umat rupanya adalah pelopor-pelopornya juga. Sekarang sebagian dari mereka sudah berada di pembuangan, lalu dari pemberitaan nabi sendiri para tua-tua di pembuangan ini mendengar tentang praktek-praktek yang masih dilaksanakan rekan-rekan mereka yang tertinggal di tanahnya.
b.      Dalam 14,1-11 mula-mula hanya diceritakan bahwa mereka berkunjung kepada nabi (ayat 1b). tetapi dalam ucapan TUHAN melalui nabi yang diutarakan untuk Tua-tua yang berkunjung ini menjadi jelas, bahwa maksud mereka ialah untuk bertanyakan maksud, kehendak atau petunjuk TUHAN (ayat 3b. 7.10). seterusnya dalam ucapan TUHAN ini yang merupakan tuduhan dijelaskan bahwa : dalam hatinya mereka tetap berpaut dan menyimpan pujaannya (“gelalim”) yang rupanya dipuja sejak masih di Yerusalem sampai di pembuangan ini, sehingga pada hakekatnya samalah juga yang masih mereka perbuat dengan rekan-rekannya yang masih tertinggal (bnd 8,7-13). Karena menyimpannya dalam hatinya serta memusatkan perhatian dan pandangannya pada hal ini yang sudah membawa mereka ke dalam bencana, maka dengan begitu mereka mengasingkan diri dari TUHAN (ayat 14,5). Oleh sebab itu bagi TUHAN bagaimana mungkin dengan sikap demikian mereka akan bertanyakan lagi kehendak TUHAN melalui nabi (ayat 3. 4. 7). Untuk sikap yang demikian jawaban TUHAN hanyalah: “spaya mereka berbalik kepada-Nya (ayat 6), kalu tidak ia akan dimusnahkan dari umat TUHAN (ayat 8). Nabi pun yang akan tergoda oleh orang-orang ini tidak akan luput dari hukuman TUHAN (ayat 9-10). Jikalau berbalik, maka mereka akan tetap umat-Nya dan TUHAN Allah mereka (ayat 11). Ternyata juga ucapan tuduhan dan anjuran bertobat oleh TUHAN lewat nabi itu bukan hanya tertuju bagi para pengunjung Tua-tua Israel ini, malainkan bagi umat seluruhnya yang dalam pembuangan (ayat 5. 6. 7. 8. 11). Sehingga dengan begitu kita simpulkan dari kisah kedua ini bahwa:
Para Tua-tua Israel-Yuda (di pembuangan) ini dari pihak TUHAN masih tetap dilihat sebagai perwakilan, pemimpin-pemimpin, pemuka-pemuka umat di pembuangan. Melalui merekalah disapa dan dilihat segenap umat, sepertinya yang telah kita lihat awal.
Berikut mengasingkan diri dari TUHAN dan memuja “gelalim” rupanya bukan hanya sikap para Tua-tua, melainkan karena mereka yang memelopori, maka umat pun terlibat (bnd 8,7-13). Sehingga ucapan tuduhan dan panggilan bertobat berlaku bukan saja bagi para Tua-tua (yang berkunjung kepada nabi), malainkan bagi seluruh umat di pembuangan.
c.       Menurut kisah perkunjungan (ketiga kalinya) Tua-tua Israel dalam 20, 1. 2b jelas sekali sekarang dikatakan bahwa maksud mereka ialah untuk bertanyakan (maksud kehendak) TUHAN (ayat 1-3. 31). Penjelasan atau peredaksian yat-ayat 30-31 mencerminkan bahwa sekali lagi hendak ditekankan di sini sikap para Tua-tua Yuda-Israel di pembuangan itu diidentifikasikan sama dengan sikap dan gerak-gerik para nenek-moyang Israel memuja bukan TUHAN sejak di Mesir hingga pada saat sekitar 592-591 itu.
Akan tetapi kini mereka mengalami bencana pembuangn dan ruanya berdasarkan berita-berita  bahwa ada kesibukan di Yerusalem hendak membebaskan diri dari ancaman Babilonia, sehingga membangkitkan pengharapan akan bebas juga bagi yang sudah di pemembuangan. Maka para Tua-tua ini berkunjung dan hendak bertanya kepada nabi tentang kehendak atau maksud TUHAN dalam hal ini. Padahal mereka maklum bahwa bencana yang menimpa mereka adalah karena mereka memuja “gelalim” dan sikap ini masih mereka pelihara dalam hatinya. Dengan kata lain pertentangan yang dilukiskan di sini ialah : sikap hidup para Tua-tua mengasingkan diri dari TUHAN, namun karena bencana yang menimpa mereka sebagai akibat dari pada meninggalkan TUHAN. tanpa bertobat mau mengetahui bagaimana maksud TUHAN lewat nabi, tagas kita lihat dalam 20,33-34: umat ini masih Ia akan hakimi (ayat 36), nati kemudian baru dalam kemurahan-Nya Ia sendiri yang akan mambawa umat ini kembali (ayat-ayat 41-42).

KESIMPULAN PERANAN TUA-TUA ALAM KITAB YEHEZKIEL

            Tentang peranan Tua-tua Yuda-Israel dalam pemberitaan Yehezkiel ini dapat kita simpulkan sebagai berikut:
ü  Mereka yang dibuang adalah sebagian dari pada keseluruhan Tua-tua Yuda-Isrel-Yerusalem, yang lain masih ketinggalan di sana. Hal ini bukan hanya dilihat dari segi jumlah dan fisik, melainkan juga dari praktek perlakuan yang diuduhkan lewat nabi Yehezkiel, yakni memujaan mereka kepada berhala-berhala “gelalim” baik di bait di Yerusalem maupun pembuangan sekurang-kurangnya dalam hatinya.
ü  Karena melalui tuduhan nabi kepada para Tua-tua seluruh umat di pembuangan yang tertuduh, maka rupanya para Tua-tua ini sebagai pemimpin-pemimpin umat itu sudah berperan juga sebagi pelopor-pelopor dalam pemujaan berhala.
ü  Boleh kita sisipkan sebagai kesimpulan sementra tentang pengindintifikasian nabi akan Yuda-Israel yang sudah di cantumkan di awal tadi, bahwa jangan-jangan bagi nabi Yehezkiel di zaman pembuangan di babilonia ini, maka sudah muncul suatu pemhaman (baru) lagi, bahwa pada hakekatnya sebagai umat TUHAN, maka tetaplah identiklah umat-Nya itu  baik yang dulu di Utara maupun mereka yang di Selatan (Israel-Yuda). Hal ini dapat kita liahat pada kitab Mikha.
ü  Jawaban melalui nabi kepada mereka sama dengan yang a.l. isi tulisan surat Yeremia kepada para buangan (lih Yermia 29). Mereka masih akan lama di situ.

Ungkapan-ungkapan lain:
            Selain daripada penggunaan ungkapan “Zeqenim” untuk para “Tua-tua”, maka khususnya penggunaan ungkapan lain “rohim” perlu disinggung juga.
            “rohim” muncul dalam 34, 1b. 23b dan 37, 24. Sungguh pun dalam 34,23-25 dan 37,24 dikatakan tentang satu-satunya Gembala dari keturunan hamba-Ku Daud” unuk mengantikan “rohim” Gembala-gembala yang hanya mengembalakan dirinya sendiri (34,1-12)” sehingga “rohim” ini gampang sekali dimengerti sebagai raja-raja, namun penuduhan terhadap mereka yang selalu dalam bentuk jamak (plural) dan dengan nada bahasa yang menunjuk pada seharusnya dekatnya mereka dengan umat umumnya, mak mereka bisa dikatakan juga para pemimpin umat semuanya. Maka dapat diduga juga bahwa antara lain yang dimaksudkan dengan “rohim-para gembala-gembala” ialah “para Tua-tua” umat Yuda-Israel seperti kita sudah bicarakan dalam Yeremia 23,1-4(8).

III.             PERAN TUA-TUA DALAM KARYA SEJARAH DAN TEOLOGIS DEUTRONOMIST

DtrG nampak dalam kesatuan kitab-kitab Ulangan fasal 1 sampai dengan Raja-raja fasal 25, kecuali kitab Rut, karya sartra ini digubah oleh seorang penulis sekitar pertengahan abad ke-6 seb. KR. Dia berasal dari suku Yuda yang tidak ikut ditawan ke Babel dan kemudian sekitar Mizpa-Betel di Samaria.
Unsur-unsur dalam karya sastra ini adalah:
-          Warisan-warisan yang dikutip tanpa perubahan
-          Warisan-warisan yang dipoles demi gubahannya
-          Bagian-bagian yang digubah sendiri
-          Bagian-bagian yang disisipkan
Bagian-bagian yang digubahnya sendiri:
-          a. Ulangan 1,9-18;
-          b. Yosua 23
-          c. Hakim-hakim 2,6-16.18.19
-          d. I Sam (7,2-)8,1-22
-          e. II Raj 22-23
Bagian-bagian yang disipkan sesudah selesai DtrG
-          a. Kel 19,3b-9a            b. Ul 31,913.24-29
-          c. Yos 8,30-35             d. Yos 20                   
-          e. Yos 24,1-28

III.1. Ulangan 1,9-18. Keterangan Musa sendiri menanggung beban pimpian Umat dan pengangkatan hakim-hakim.

Bentuk Ucapan:
            Pidato Musa mendahului masuknya Umat Israel ke tenah Kanaan
Pembagian Isi:
-          1,9-13 : Musa rela menanggung sendiri Umat ini sesudah TUHAN dan mengharapkan janji TUHAN dan supaya mereka bertambah banyak dan diberkati, Musa juga meminta tiap-tipa suku memajukan beberapa orang yang bijaksanan, berakal budi dan berpengalaman yang akan ditetapkan sebagai pengantar-pengantar umat.
-          1,14 : Umat setuju dan menerimanya
-          1,15: Musa menetapkan kepala-kepala suku (rosye syibetkhem), orang-orang laki-laki yang berakal budi dan bijaksana (rosyim) petugas-petugas (syoterim), pengatur-pengatur (sarim) atas ribuan,ratusan, limapuluhan, puluhan
-          1,16: Para hakim untuk mengadili tanpa pandang bulu, karena penghukuman itu dari Allah, perkara-perkara berat di serahkan kepada Musa

III.2. Yosua 23 : Pidato perpisahan Yosua kepada para pemimpin
            Isi pidato yang merupakan nasihat kepada umat:
-          23,3-5 : mereka senantiasa memperhatikan perbuatan TUHAN Allah mereka, kepada mereka dengan memberikan tanah itu
-          23,6 : mereka memelihara segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Musa
-          23,7-13 : agar mereka tidak bergaul dekat dengan penduduk tanah itu supaya tidak tertarik kepada penyembahan orang-orang itu
-          23,14-16 : mereka mengingat-ingat segala yang baik yang dijanjikan TUHAN, dan tidak melangkahi perjanjian TUHAN dengan mereka agar mereka tidak dimusnahkan
Pidato Yosua di depan seluruh Umat Israel (ayat 2a) yang imaksudkan ialah : “ziqnekhem, rosyekhem, syofetekhem we syoterekhem”  yakni para Tua-tua, Hakim-hakim, ya petugs-petugas.

III.3. Hakim-hakim 2,6-16.18.19 Penyembahan kepada berhala:
            Ini merupakan salah satu gubahan Dtr, yang melukiskn situasi umat sesudah meninggalnya Yosua:
-          2,6-9 : Sesudah nasihat-nasihat yang diberikan sejak Yos 23, sesudah umat bubar ; Yosua meninggal
-          2,10-16.18.18 : genarasi baru tidak mengenal lagi TUHAN dan tindakan-tindakan-Nya bagi Israel, mereka meningggalkan TUHAN dan menyembah allah-allah lain. Makanya bencana mengikuti mereka. Maka di tetapkannya seorang hakim bagi mereka untuk membebaskan mereka dari celaka.
Ungkapan Dtr tentang para Tua-tua yang pernah menyaksikan perbuatan TUHAN meminta perhatian kusus kita; sebab untuk kedua kalinya ungkapan ini muncul yakni dalam Yos 24,31, dikemukakan di situ peranan mereka: Orang Israel beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para Tua-tua yang hidup lebih lama daripada Yosua, dan mengenal pebuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

III.4. I  Samuel 8,1-22: Umat meninggikan Raja
            Berdasarkan tema ini. Menurut perikop Dtr ini, semua Tua-tualah yang menghadap Samuel yang sudah lanjut usia di Rama dan meminta seorang raja (fasal 8,4-6). Padahal menurut jalan cerita ini (fasal 8,7.10.19.21) mereka selalu disebut “bangsa-rakyat-umat” itu. Sehingga dua hal yang hendak dikatakan Dtr isini, maka Tua-tua itulah perwakilan bangsa-rakyat-umat dan merekalah yang menghendaki seorang raja atas umat-rakyat-bangsa, sungguh pun perbuatan itu dikatakan menurut Dtr yang diucapkan Samuel, para Tua-tua ini, yaiu bangsa-rakyat-umat Israel dengan ini menolak TUHAN sendiri (ayat 8,7)

III.5. II Raja-raja 22-23. Yosia dari Yuda dan Reformasinya.
            Dari keseluruhan raja-raja ini (39 orang) hanya dua orang lah yang dinilainya “baik”, yakni Daud dan Yosia ini (ayat-ayat 22,2.25).  pembagian isi perikopnya sebagai berikut:
-          22,1-2 : Redaksional tentang Yosia
-          22,3-7 : dalam tahun ke-18 masa pemerintahannya (639 seb.KR.) Yosia menyuruh Safan, penulisnya menemui Hilkia imam besar untuk membayar upah pekerja-pekerja rumah TUHAN
-          22,8 : Hilkia memberitahukan Safan tentang taurat yang ditemukannya di dalam Rumah TUHAN lalu mebacanya
-          22,9-14 : Yosia mendengar isi kitab itu
-          22,15-20 : Berita dari Hulda bahwa TUHAN akan melaksanakan bagi tanah dan Umat bencana sesuai dengan yang tertulis di kitab itu
-          23,1-3 : Yosia memanggil segenap Tua-tua Yuda dan Yerusalem beserta seluruh rakyat dan nabi-nabi dan imam-imam ke Rumah Tuhan (mulailah apa yang disebut reformasi raja Yosia).
-          23,4-20 : perintah Yosia, pembersihan seluruh kerajaan akan penujaan kepada  allah-allah lain yang sudah didirikan sejak lama.
-          23,21-23 : Yosia mengingatkan umat untuk merayakan Paskah bagi TUHAN sesuai dalam kitab perjanjian.
-          23,24-27 : catatan redaksional bahwa tidak ada raja Yuda-Israel seperti dia yang menyerahkan seluruh hati dan jiwanya bagi TUHAN.
-          23, 28-30 : Kematian Yosia dan Yoahas puteranya mengantikan dia.
Munculnya pembicaraan tentang Para Tua-tua Yuda-Yerusalem hanya sekali saja yakni dalam 23,1-3. Dalam Dtr mengingatkan umat-rakyat kepada prjanjian TUHAN di bawah pimpinan Yosia ini, maka para Tua-tua berperan sebagai perwakilan umat-rakyat.

III.5.1. Sisipan-sisipan sesudah DrtG.
            Di sini kita akan melihat perikop-perikop yang dikatakan sebagai sisipan sesudah DtrG tentang penulisan dan peran Tua-tua:

III.5.1.a. Keluaran 19,3b-9a.(-9b):
-          19,3b : TUHAN memerintahkan kepada Musa yang akan ikatakan kepada bani Yakup:
-          19,4-6a : Mereka mengetahui apa yang dilakukan TUHAN kepada orang mesir dan mengantarkan bani Yakup sampai ke Sinai, kalau umat memelihara perjanjian-Nya mereka akan menjadi milik-Nya
-          19,6b : Demikian yang disampaikan Musa
-          19,7 : Musa dikatakan pergi mengumpulkan para Tua-tua umat untuk menyampaikan pesan
-          19,8a : Umat setuju apa yang dikatakan Musa
-          19,bb-9 : Musa menyampaikan kepada TUHAN pendapat Umat.
Tua-tua sebagai perwakilan Umat, seperti yang sudah dibahas dalam Kel 3,7b (Y). lalu keputusan para Tua-tua mengikat seluruh umat.


III.5.1.b. Ulangan 31,9-13.24-29: Pembacaan Hukum Taurat setuap Tujuh tahun.
            Pelaku-pelaku yang disebut disini ialah: Musa, Imam-imam Bani Lewi yang mengangkat Tabut TUHAN dan para Tua-Tua Israel (ayat 9). Menurut penulis sisipan ini para Tua-tua Israel di zaman (sebelum) pendudukan tanah Kanaan berperan sebagai penyimpan, pemelihara dan memberitahukan (membacakan-mengajar) kepada umat pada hari raya Pondok daun (ayat 10-11) para Tua-tua juga mengajarkan umat sampai kepada anak-anak di mana mereka berdiam, agar takut kepada TUHAN dan memlihara isi hukum-hukum TUHAN dan melakukannya dengan setia (ayat 12).

III.5.1.c. Yosua 8,30-35: Metzbah di gunung Ebal dan Pembacaan Hukum taurat
            Ini sebanarnya merupakan penggenapan yang dikatakan dalam Ul 27,1-8

III.5.1.d. Yosua 20 : Kota-kota Perlindungan.
            Dlan ayat 4 dikatakan Para Tua-tua yang akan mengatur perlindungan bagi pelarian umat, ketika umat menghadapi peristiwa pembunuhan baik sengaja maupuntidak (Yoh 20) lebih erat hubunganya dengan ini daripada Bilngan 35,9-15

III.5.1.e. Yosua 24,1-28 : Pembaharuan perjanjian di Shikem.
            Pembagian isi perikop ini:
-          24,1a :  Yosua memanggil seluruh suku-suku Israel ke Shikem menghadap Allah
-          24,2b-13 : TUHAN menuturkan lewat pidato Yosua tidakan-tindakan yang sudah Ia lakukan dalam sejrah Israel:
ü  Memanggil dan menuntun nenek-moyang Abraham dari tanah seberang Efrat ke Kanaan lalu disitu berketurunan Ishak-Yakup
ü  Membebaskan keturunan yakup dari Mesir
ü  Membimbing mereka di padang gurun belantara
ü  Memberikan tanah baik di sebelah Timur sungai Yordan, lengkap dengan kota-kota kediaman
-          24,14  : anjuran supaya umat takut kepada TUHAN serta mengabdi kepada-Nya dengan tulus dan setia
-          24,15 : Pilihan mengabdi kepada TUHAN atau allah-allah lain, tetapi Yosia dan keluargany mengabdi kepada TUHAN
-          24,16-18 : umat menjawab dengan rela mengabdi kepada TUHAN
-          24,19-20 : Yosua menekankan pengabdian kepada TUHAN dengan kebulatan tekat
-          24,21 : umat menegaskan kembali kebulatan tekatnya
-          24,22-28 : dirikan tugu kebulatan tekat mereka.
Bagi Deuteronomist (Dtr) dan pengikut-pengikutnya ucapan-ucapan itu terutama mengedepankan para Pemimpin Umat atau rakyat itu, penulis juga menekankan para pemimpinya mengenai sikapnya dalam melaksanakan amanat perjanjian TUHAN.
            Menurut ayat 1 para Tua-tua (zeqenim) suku-suku Israel lah yang dipanggi oleh Yosua, kemudian segenap umatlah yang disebut-sebut, maka kehadiran Tua-tualah yang mewakili atas nama seluruh umat. Dalam literatur Deuteronomis tentang perjanjian ini ialah, bahwa para Tua-tua lah atas nama umat yang menjadi pihak pengikat diri pada Perjanjian Tuhan itu dalam upacara dan sekali lagi mewajibkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengamalkan perjanjian itu.

IV.             PERANAN TUA-TUA DALAM NASKAH P OLEH KAUM IMAM (PRESISTER) RETSISERP.

Dalam bahasa Jerman “ Priesterschrift” disingkat “P”, ini merupakan suatu sejarah penyajian kaum Imam (Priester) sebagai sumber ketiga dari Tetrateuch (kitab: Kejadian-keluaran-Imamat-Bilangan) di samping sumber “Y” dan “E”. tentang masa penulisnya, naskah P dianggap semacam sudah ada pusat peribadaha israel, hal ini dikenal dari inti-inti khotbah. Jadi penulisannya sesudah “Deuteronomium” abad ke-6 seb.KR. juga kita melihat karya tulisan “Chronist” dalam abad ke-5 seb.KR. dengan demikian dapat dikatakan bahwa P berasal pada pertengahan abad ke-5 seb.KR.

IV.1. Keluaran 16,9-27 (pg): penampakan Diri TUHAN dan pemberian makan berupa burung puyuh.
            Pertama kali menyebutkan tentang kepala-kepala Suku, kelihatan dalam kel 16,22 dalam konteks 16,9-27 dalam ayat ini dikatakan bahwa “semua Pimpinan Jemaah” melaporkan kepada Musa tentang roti di atas tanah di padang belantara Sin antara Elim dan Sinai (kel 16:1)

IV.2. Bilangan 1,1-47 (pg): Sensus lasykar Israel.
            Perikop ini berbicara tentang perhitungan para umat Israel waktu mereka berkemah di padang belantara sekitar Sinai, atas Firman TUHAN kepada Musa (ayat 1) yang dihitung semua laki-laki umur 20 tahun ke atas yang sanggup berperang:
-          Ayat 1.3b.44. tiap tiap suku harus ada sau orang yang mendampingi kamu, yakni orang yang menjadi “Kepala Suku” (“rosy beth-aboth”)
-          Ayat 5-15.  Manyajikan nama-nama dari tiap suku. (122 orang) kecuali suku Lewi mereka tidak dihitung (ayat 47)
-          Ayat 16 ditegaskan lagi,orang-orang yang dipilih umat masing-masing sebagai “Pemimpin suku bapa leluhurnya” (“nesyiim”) ; mereka inilah kepala suku Israel (“rosyiim”)
-          Ayat 17-24. Pelaksanaan perhitungan tersebut
-          Ayat 44. Jumlah orang-orang yang dicatat Musa dengan Harun dengan ke dua belas “Pimpinan” Israel yang masing-masing mewakili umatnya
-          Ayat 45-47. Menyatakan jumlah semua yang dihitung.
Kita dapat keterangan yang jelas penyebutan Kepal-kepala suku itu “rosyiim” sebagai para Tua-tua israel menurut sumber Y dan E.

IV.3. Bilangan 2,1-34 (Pg): Penunjukan tempat perkemahan bagi suku-suku Israel.
            Tiap kepala suku di sini disebut “nasyi” (tunggal dari “nesyiim”) lihat ayat 2, 3. 4. 5. 7. 10. 12. 14. 18. 20. 22. 25. 27. 29) juga bilangan fasal 1 meraka masing-masing disebut “nasyi” dan atau “rosyi”

IV.4. Bilangan 3,14-32a. 33-51 (pg): Pecahan jiwa bani Lewi
            Tiga keluarga besar ini disebut “pemimpin puak” (nesyie beth-ab), ayat 24. 30. 35. “kepala segala suku lewi” (nasyi nasyie Lewi). “kepala keluarga besar’ (beth-aboth). Pada P sangat menonjolkan peranan kaum Lewi dan kaum Imamat sebagai penunggu-penunggu tanda konkrit dari TUHAN dengan umat-Nya. Malahan kepala suku kaum Lewi disebut “kepala dari kepala-Nasyi nesyiim”.

IV.5. Bilangan 4,34-49 (Pg): Pecahan jiwa bani Kehat untuk pekerjaan oleh Musa/Harun+Pimpina-pimpinan Umat Israel
            Di sini dicatat bahwa pembantu perhitungn itu dalam ayat 34 disebut  “Para pemimpin umta israel” (nesyie Israel) seperti pada Bilangan 1,44.

IV.6. Bilangan 13,1-3a (Pg) Ke-12 suruhan Musa yang adalah pimpinan-pimpinan ke-12 suku untuk mengintai tanah kanaan.
            Dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kau suruh seseorang, semuanya ‘pemimpin-pemimpin” di antara mereka “nesyiim”. Jadi menurut P mereka “kedua belas kepala-kepala suku” (nesyie lematah abithau). Kepala-kepala di antar orang Israel (rosyiim). Sebagai bandingan kita mencatat menurut Y bukan “kepala-kepala” (tua-tua) yang mengintai, melainkan Tua-tua yang mengutus pengintai-pengintai.

V.                PERANAN TUA-TUA DALAM KARYA SASTRA SEJARAH DAN TEOLOGIS OLEH CHRONIST (Chr-ChrG-Tawarikh).

Yang termasuk karya sastra ChrG ada dalam kitab-kitab I dan II Tawarikh (Choronik) dan Ezra-Nehemia. Mereka berdua adalah pemimpin-pemimpin pertama yang mengantar kembali dari pembuangan mereka yang boleh pulang lagi ke Yuda-Yerusalem karena dekrit raja Koresy dari Persia 550 seb. KR. Penulisannya diduga antara abad ke-3 dan ke-2 seb.KR.
pembagian Isi dan sumber-sumber ChrG:
-          I Taw 1-9 : daftar keturunan dan silsilah dengan cerita pentateuch
-          I Taw 10-29 : masa pemerintahan Daud yang menonjolkan langkah-langkah pembangunan Bait Suci, yang kemudian ditugaskan kepada puteranya Salomo
-          II Taw 1-9 : Tentang salomo dan pelaksanaan pembangunan Bait suci; berasal dari DtrG
-          II Taw 10-36 : tentang raja-raja Yuda yang lain, berasal dari DtrG
-          Ezra 1-6 : Kembali dari pembuangan dan membangun Bait Suci
ü  Daftar kelengkapan Bait Suci yang dikemblikan raja Koresy kepada jemaat Yerusalem 9 Ezra 1,9-11a)
ü  Daftra mereka yang kembali (Ezra 2,2-67 (-69)
ü  Kumpulan dokomen-dokumen Arami (Ezra 4,6-6,18)
-          Ezra 7, 1-10,44 + Nehemia 8,1-18 : dokumen peneguhan Ezra dalam bahasa. Arami (Ezra 7,12-26)
-          Neh 1,1-44,11b;2,1-20;3,33-7,5a;11.1-2;12,30 f.37-40 dan 13,4-5.8-31 : kenangan tentang Nehemia

V.1. Munculnya “zeqenim dalam I dan II Tawarikh:
a.       I Taw 11,1-3 bnd II sam 5,1-3
b.      I Taw 15,1-9 (ayat 25) ChrG ini sangat menonjolkan kaum lewi
c.       I Taw 21 (16) penggunann “zeqenim” muncul disini sangat memperhatikan tentang para petugas
d.      II Taw 5,2-14 bnd I Raj 8 tentang penthabisan Bait Suci
e.       II Taw 10 bnd I raj 12 tentang sejarah pecahnya Kerajan kesatuan itu
f.       II Taw 34 bnd II Raj 22 dan 23

V.2. Ungkapan-ungkapan lain dalam I dan II Tawarikh
V.2.a. I Taw 22-29: Dalam rangka pembangunan Bait Suci
            Yang perlu kita perhatikan disini bahwa dalam ayat-ayat 22, 17 dan 23, maka yang dipanggil Daud daripada umat Israel untuk mebantu Salomo puteranya ialah: “para pembesar Israel” (sare israel). “pemuka-pemuka suku” (sare hasyebatim). “kepala-kepala Marga” ( sare hemakhleqoth). “kepala-kepla, pemuka-pemuka (ribuan,ratusan dll) yang disebut “sariim”. Yang penting kita melihat “pemuka-pemuka Israel” itu mereka itulah juga “pemuka-pemuka, suku-sku dan pemuka-pemuka ribuan, atusan dll (semua pemuka ini digelar “sariim”). Sehingga dugaan bahwa : “sariim” itulah para “zeqenim”. Dengan kata lain perikop ini kita dapati bawa Chr yang mengubah rangkaiannya dari berbagai-bagai sumber khususnya untuk tua-tua Israel itu dipergunakan ungkapan-ungkapan “syofetim, sarim ataupun zeqenim”.

V.2.b.  II Taw 1,1-6:  salomo mempersembahkan kurban mendahului doanya.
            Perkunjungan Salomo ke Gibeon dengan maksud bertemu TUHAN (ayat 5). Kerena itu Ia berseru agar segenap umat Isreal kesana, yang dimaksud kesana bersamanya adalah “kepala-kepala pasukan… Para hakim dan semua pimpinan di seluruh Israel, yakni para kepala puak (ayat 2) sehingga ini identik dengan “rosyim, sarim, syofetim dan nesyiim dengan zeqenim”.

V.2.c. II Taw 5,2-14 : pemimdahan Tabut perjanjian dan kehadiran kemuliaan TUHAN.
            Untuk menjemput tabut Perjanjian TUHAN, raja Salomo mengumpulkan “para Tua-tua Israel dan semua kepala suku. Semua kepala Suku, Para Pimpinan Puak orang Israel” merupakan keterangan atau penjelasan bagi “para Tua-tua Israel” itu. Sehingga bagi penulis Chr dalam perikop ini “rosyim” atau “nesyiim” hanyalah merupakan penamaan lain bagi “zeqenim”.


V.3 : Munculnya “zeqenim” dan “sinonimnya” dalam kitab Ezra-Nehemia.

V.3.a. Ezra 1-6 Zamanya Serubbabel dan Yosua.
            Pimpinan Umat Yuda (dan Benjamin) maka gelaran “Kepala-kepala keluarga besar-marga” (rosye haaboth) nampak dalam Ezra 1,5; 2,68; 3,12 dan 4,2. 3. Dalam 3,12 malah muncul lagi “zeqenim” sengguh pun penggunaannya dalam ayat ini tidak usah berarti hanya para pejabat Tua-tua.

V.3.b. Dalam zaman Nehemia menurut dokumen Kenangan Nehemia (Neh 2,16; 4,8. 13; 5,7-9; 5,17; 6,17; 7,5a; 12,36-40; 13,11-17).
            Pimpinan Umat menurt ayat-ayat di atas muncul ungkapan “hakhorim” dan “hasseganim” entah disebut secara bersama-sama atau secara sendiri-sendiri. Dua kali mereka disebut “sarim” dalam 4,10 dan 12,31.

V.3.c. Ezra 7-10 dan Nehemia 8-10 : zaman Ezra.
            Para pimpinan yang disebut disini ialah: “Kepala-kepala kaum Imam” – “sare haqohanim”. Para pemuka kaum Imam lewi serta pemuka-pemuka keluarga (puak) umat Israel (lihat ayat 33).  Kisah tentang Ezra ini masih dilanjutkan lagi dalam Neh 8-10 dan 11,3 dst. Penyebutan para pimpinan Umat disitu muncul lagi dalam ungkapan sepert dalam Ezra 7-10, yakni “kepala-kepala puak-keluarga besar-“rosye haaboth” : Neh (7, 70.71): 8,13; 11,3 atau sebagai “kepala daerah atau pemimpin Umat-bangsa- “sariim dalam Neh 10,1; 11,1

KESIMPULAN


I.                    Ungkapan-Ungkapan para Tua-tua dalam Naskah-naskah PL:
1.      “rosyim” : 12 kali disinggung dalam naskah-naskah: kel 18,13-27. Yes 3,12-15. Mikha 3,1-4a; 3,9-12; II Taw 19,4-11; Ul 5,23-33 dan 27; 1-8 serta 9,1-18; Yos 23 dan 24,1-28; Bil 1, 1-47 dan 2,1-34 serta 13,1- dan 24,1-28; Bil 1,1-47 dan 2, 1-34 serta 13,1-3a kemudian 7,1-89, Kel 6,13-30; 1 Taw 22-29; II Taw 1,1-6 dan 5,2-14; Ezra 7-10 dan Neh 8-10
2.      “syoterim” : Kel 5,3. 5-19. Bil 11, 14-17. Ul 16, 18-20. Ul 1,9-18. Yos 23.Ul 31,9-13 dan 24-29; Yos 24,1-28
3.      “syophetim” :  Amos 5,7,10,11,12 dan 6,12 Yes 1,21-26 dan 3,12-15; Ul 16,18-20 dan 17,2-7. II Taw 19,4-11. Yos 24. II Taw 17,1-9 dan 19,4-11 serta 1,1-6 dn 5,2-14. Ezra 1-10 dan  Neh 8-10
4.      “sarim” :  Kel 18,13-27. Hakim-hakim 6-8 dan 10,17-11,11. Hos 13,10. Yes 1,21-26 dan 3,1-9a; 3,12-15. Yer 26. Ul 1,9-18. 1 Taw 22-29. Ezra 1-6, 7-10 dan Neh 8-10.
5.      “nesyiim” : Yos ,3-27. Kel 16,9-27. Bil 1,1-47; 2,1-34; ,34-39; 13,1-3a. kel 6,13-30. Bil 7,1-89; 10,1-10 dan 13,3b 9 (-17a). Taw 5,2-14.
6.      “khorim” : I Raja-raja 21,1-24 dan Neh 5,6
7.      “yoacim” : Yes 1,21-26 dan 3,1-9a
8.      “masyeesn” :  dan “masyeenah” : yes 3,1-9a
9.      “khakam” dan “khakim” : Mikha 3,1-4a dan 3,9-12 serta Ul 1,9-18
10.  “qacin-qecimim” : Mikha 3,1-4a dan 3,9-12 serta Hakim-hakim 6,1-11
11.  “roim” : Yer 23,1-4 (-8) dan Yeh 34,1-12
12.  “saybee Yehudaiah” : Ezra 4,6-6; 18
13.  “zeqenim” : Neh 5,6-19 dan Ezra 7-10
14.  “ocelim” : Kel 24,1-11
15.  “oumedim” : Bilangan 7,1-89
16.  “omenim” : II Raja-raja 10,1-5

II.                 Makna Teologi
Jabatan yang begitu menonjol dalam literatur PL mengenai peranan Tua-tua ini seharusnya mendapatkan tempatnya juga dalam penyajian-penyajian Teologi Perjanjian lama di kemudian hari. Tentu di bagian yang berbicara tentang : “jabatan-jabatan” sebagai sebagaian dari pada pemhaman tentang “ekklesiologi baru” atau “gereja” sebagai Umat TUHAN untuk masa kini dan masa depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar